Apa Itu Basreng? Cemilan Gurih Renyah yang Disukai Semua Umur
Basreng adalah irisan baso yang digoreng kering sampai renyah. Kenali asal-usulnya, varian rasa yang umum, dan cara menyimpan supaya tidak melempem.

Basreng itu singkatan dari "baso goreng". Baso ikan atau baso daging diiris tipis, lalu digoreng kering sampai renyah. Hasilnya snack yang gurih dan ringan, bisa dimakan kapan saja.
Asal-usul Basreng
Basreng lahir dari cara lain mengolah baso di Indonesia. Alih-alih disajikan berkuah, basonya diiris tipis dan digoreng sampai kering. Baso jadi lebih awet dan bisa dimakan tanpa mangkuk dan sendok.
Awalnya basreng populer di Jawa Barat, terutama di pasar-pasar tradisional. Lama-lama menyebar ke seluruh Indonesia.
Rasa dan Tekstur
Teksturnya khas: tipis tapi padat, renyah waktu digigit. Rasanya gurih dengan aroma daun jeruk yang bikin nagih. Varian yang umum ada tiga:
- Original, gurih dengan aroma daun jeruk. Ini yang paling klasik.
- Pedas, ditambah bumbu cabai.
- Keju, ditabur bumbu keju untuk rasa yang lebih creamy.
Kenapa Basreng Disukai Banyak Orang?
- Harganya terjangkau, mulai Rp 10.000 per bungkus.
- Praktis. Tinggal buka bungkus dan makan.
- Cocok untuk banyak situasi: teman nonton, cemilan sore, bekal perjalanan, atau suguhan tamu.
- Tahan lama, karena digoreng kering basreng lebih awet dibanding baso biasa.
Cara Menyimpan Basreng Supaya Tetap Renyah
Setelah bungkusnya dibuka:
- Pindahkan ke wadah kedap udara atau toples yang tertutup rapat.
- Jauhkan dari tempat lembab dan sinar matahari langsung.
- Jangan dicampur cemilan lain yang kadar airnya berbeda.
Basreng original ada di TokoCacha mulai Rp 10.000. Pesan lewat Shopee atau WhatsApp, atau datang langsung ke toko di Pangandaran.



